Di hari Sabtu siang yang terik, saya kedatangan seorang klien wanita, sebut saja namanya Ani.
Ani memiliki masalah dengan berat badan. Sudah berbagai upaya diet dia lakukan, tapi selalu gagal. Ani merasa seolah-olah ada sesuatu di dalam dirinya yang men'sabotase' usahanya untuk berolahraga maupun mengatur pola makan. Bobot tubuh Ani memang termasuk over weight untuk wanita seusia-nya. Hal ini juga membuat Ani merasa rendah diri, takut dan malu bila berada di lingkungan lawan jenis. Pernah ada seorang pemuda ingin berkenalan, Ani langsung menghindar, memakai jaket, masker dan topi supaya mukanya tidak terlihat. Di akun media sosialnya pun Ani tidak pernah memasang fotonya karena malu.
Singkat cerita, setelah berbincang-bincang lebih mendalam dan mendapat informasi yang dibutuhkan, Ani siap untuk masuk ke kondisi rileks yang sangat dalam untuk dilakukan hipnoterapi.
Setelah Ani mencapai level kedalaman yang presisi sesuai dengan bimbingan saya, pikiran bawah sadar Ani mengungkapkan data yang sangat penting, mengapa Ani sulit sekali menurunkan berat badannya. Ternyata pikiran bawah sadarnya dengan sengaja membuat bobot tubuh Ani terus bertambah dengan maksud supaya Ani bisa melindungi mamanya yang sering dipukul oleh papanya. Kejadian ini muncul pertama kali sejak Ani duduk di kelas 1 SMP. Ani kecil yang kurus hanya bisa menangis dan bersembunyi di kolong meja, ketakutan sekaligus marah dan benci terhadap papanya.
Sejak itu, tanpa bisa Ani mengerti, nafsu makannya terus bertambah, membuat berat badan Ani meningkat dengan cepat, sampai sekarang. Pikiran bawah sadar Ani berpendapat jika badan Ani menjadi besar, Ani punya tenaga yang kuat melawan papanya yang hendak memukul mama. Dengan memiliki tubuh besar, orang lain tidak berani berbuat macam-macam. Kini Ani sedang menyelesaikan pendidikan S2. Ani belum pernah punya kekasih, padahal dia sangat ingin punya pasangan, menikah dan punya keturunan seperti layaknya seorang wanita normal. Bobot tubuhnya yang membuat Ani sangat tidak percaya diri bila berhadapan dengan lawan jenis.
Saat ini kedua orangtua Ani telah resmi bercerai. Tapi rasa dendam dan luka yang mendalam terhadap papanya tersimpan dengan intens di hati dan pikiran bawah sadar Ani. Ani juga takut seandainya nanti menikah akan mengalami nasib yang sama seperti mamanya.
Dengan hipnoanalisis dan teknik tertentu dilakukan edukasi terhadap pikiran bawah sadar Ani yang membuatnya menjadi gemuk. Emosi negatif Ani terhadap papanya juga telah berhasil dinetralisir.
Ani bisa memaafkan papanya dengan ikhlas, malah merasa kasihan dengan papanya. Ani sekarang bisa berdoa untuk papanya supaya papanya bisa kembali menjadi orang yang baik.
Kini Ani merasakan kelegaan yang luar biasa, seolah beban yang dia rasakan selama belasan tahun telah hilang dari dalam dirinya.
Memaafkan bukan untuk orang lain, tetapi untuk dirinya sendiri. Ani telah mampu memaafkan, berarti dirinya yang terluka mulai sembuh. Ani berjanji terhadap dirinya sendiri dan juga pikiran bawah sadarnya, dia akan memperbaiki pola makan, hidup sehat, menjaga mamanya dengan menyelesaikan studinya sebaik-baiknya, membanggakan mamanya.
Sebulan telah berlalu sejak Ani diterapi. Ani yang sekarang berbeda dengan Ani yang dulu datang ke ruang terapi saya. Wajahnya ceria, terlihat lebih langsing, lebih percaya diri. Sudah tidak ada lagi rasa gugup, cemas dan menghindar bila berkenalan dengan lawan jenis. Ani bercerita sekarang dia aktif berlatih aikido dan punya kenalan baru, seorang pria. Pola makannya pun sudah berubah, sekarang rajin mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Selamat tinggal kegemukan!
Penulis : drg. Yosephine Meity L, C.Ht, CT (member of Adi W Gunawan Institut of Mind Technology)