JANGAN PAKSA AKU MAMA
Di suatu sore, saya mendapat telepon dari seorang ibu yang minta bantuan untuk merawat gigi anaknya. Sebut saja nama anak ini Bunga ( nama samaran ). Bunga berumur 14 tahun...
SAKIT JANTUNGKU KARENA HAL YANG SEPELE
Kisah berikut ini adalah pengalaman pribadi seorang pasien saya, laki-laki , yang masih muda usianya, 20 tahun. Sebut saja namanya Joni ( nama samaran ). Di usianya yang masih belia...
ANAKKU LAHIR PREMATUR GARA-GARA GIGIKU BERLUBANG
Cerita di bawah ini adalah kisah sebenarnya dari salah seorang pasien saya. Demi kenyamanan, nama-nama tokoh di cerita ini disamarkan. Namaku Ani. Aku adalah seorang ibu muda yang baru saja...
Sepuluh Kebiasaan Buruk Yang Merusak Gigi Dan Mulut
Banyak orang yang menganggap sepele kesehatan gigi dan mulut, padahal bila terlanjur sakit gigi, rasanya lebih menyakitkan daripada sakit hati. Aktivitas terganggu, sulit makan, bisa demam , sakit kepala, tidak...
Mengatasi Rasa Takut Ke Dokter Gigi
Banyak dari kita yang takut berobat ke dokter gigi, apalagi anak-anak. Seakan-akan dokter gigi dan alat-alatnya itu bagaikan monster yang akan menyakiti kita. Mendengar suara bur, takut disuntik, takut sakit,...
Kesehatan Gigi
ANAKKU LAHIR PREMATUR GARA-GARA GIGIKU BERLUBANG
Peristiwa ini berawal dari kejadian yang bagi sebagian besar orang dianggap sepele, gigiku berlubang. Sebenarnya kasus gigi berlubangku ini sudah lama, sejak aku belum menikah. Awalnya gigiku ini terasa ngilu. Tapi karena kesibukanku bekerja, aku tidak mempedulikannya. Bila rasa ngilu itu datang, aku hanya minum obat pereda nyeri dan rajin menyikat gigi. Lama-lama juga hilang, pikirku. Aku memang wanita yang super sibuk dengan pekerjaanku sebagai auditor, sering tugas keluar kota, berpindah-pindah daerah. Inilah yang membuatku malas sekali memeriksakan gigiku ke dokter gigi. Nanti juga sembuh sendiri, pikirku. Dan benar, lama-lama gigiku yang berlubang ini hilang sakitnya, tapi mahkota giginya sering rontok sendiri. Mungkin rapuh gigiku ini. Karena sudah tidak pernah sakit lagi, makin lupa diriku untuk pergi periksa ke dokter gigi.
Dan tibalah moment yang membahagiakan dalam hidupku. Aku menikah dan tidak lama kemudian aku hamil. Kehamilan pertamaku ini diiringi rasa mual muntah yang hebat. Dan gigiku yang berlubang ini juga ikutan sakit. Tersiksa sekali. Rasa sakit gigi ini makin bertambah ketika gigiku patah saat mengunyah permen untuk mengusir mual muntahku. Akhirnya aku pergi ke dokter gigi karena sakitnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Obat pereda nyeri yang dulu biasa aku minum ternyata beresiko tinggi untuk ibu hamil.
Dokter gigi yang memeriksaku mengatakan bahwa gigiku yang patah dan berlubang ini tidak bisa lagi dipertahankan, karena tinggal sisa akarnya saja. Sisa akar gigiku ini menyebabkan infeksi dan harus dicabut. Tapi, karena aku sedang hamil, tidak boleh dilakukan pencabutan selama kehamilan karena bisa menyebabkan kontraksi yang bisa membahayakan janinku. Infeksi karena gigi ini menyebabkan abses sehingga gusiku bengkak. Pencabutan gigi baru boleh dilakukan nanti setelah aku melahirkan dan telah selesai masa nifas. Wah, masih lama, pikirku. Sekarang saja usia kandunganku baru menginjak 3 bulan. Oleh dokter gigi, aku diberikan resep obat antibiotik dan pereda nyeri dengan dosis ringan dan jenis obat yang aman untuk ibu hamil. Dokter gigi juga memeriksa gigi-gigiku yang lain. Ternyata ada beberapa gigiku yang berlubang dan banyak karang giginya. Supaya tidak memperberat infeksi, dokter gigi menambal gigi-gigiku yang berlubang dan membersihkan karang gigiku. Dokter gigi berpesan agar aku selalu menjaga kebersihan gigi dan mulutku dan minum obat sesuai anjuran. Bila mulutku kotor, sisa akar gigi di mulutku akan mudah sakit lagi dan menjadi tempat berkembang biak bakteri.
Bakteri yang ada di sisa akar gigiku ini adalah sumber penyebab infeksi , menyebabkan abses dan pembengkakan gusi. Dan lewat sisa akar gigiku ini, kuman dan bakteri bisa masuk ke organ-organ dalam tubuhku, mengalir bersama aliran darah menuju plasenta dan membahayakan janinku. Aku benar-benar menyesal ketika mendengar penjelasan dokter gigi. Kenapa dulu aku tidak segera memeriksakan gigiku saat lubangnya masih kecil sehingga gigiku ini masih bisa diselamatkan. Sekarang sudah terlanjur patah, tinggal sisa akar dan menyebabkan masalah serius bagi kesehatanku, terutama resiko yang timbul bagi janin yang kukandung. Dokter gigi menjelaskan lebih lanjut, bakteri dari sisa akar gigi ini dapat masuk ke air ketuban dan meracuni janin, bisa menyebabkan kontraksi dini sehingga bisa terjadi kemungkinan keguguran, bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
Ternyata, saat usia kandunganku menginjak 7 bulan, apa yang ditakutkan terjadi. Sakit gigiku kumat, sakit sekali rasanya. Aku tidak bisa tidur berhari-hari. Tiba-tiba perutku terasa mulas sekali. Semua ini terjadi di tengah malam. Suamiku langsung membawaku ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit. Dokter jaga langsung memeriksaku dan melaporkan kondisiku ke dokter kandungan yang merawatku. Rasanya sungguh tidak karuan, sakit gigi dan sakit perut berbarengan. Dokter segera memeriksa janinku. Ternyata denyut jantungnya sudah sangat lemah, respond gerakannya juga sangat kurang. Diputuskan dilakukan tindakan operasi caesar untuk menyelamatkan bayiku karena kondisi gawat janin. Dan aku pun masuk ke ruang operasi. Aku dibius total.
Setelah aku sadar kembali, aku langsung teringat bayiku. Aku berada di kamar perawatan, tapi aku tidak melihat bayiku di sampingku. Suami bilang bayiku selamat, tapi sekarang dirawat di ruang NICU. Beratnya 900 gram karena memang belum waktunya lahir. Pernafasannya pun masih dibantu alat. Menurut dokter kandungan dan dokter anak yang melakukan tindakan operasi, sast dikeluarkan dari rahimku, bayiku sudah membiru dan air ketubanku warnanya sudah seperti cingcau, keruh menghitam. Ini akibat kontaminasi bakteri dari sisa akar gigiku. Bakterinya masuk ke plasenta lewat aliran darah di pembuluh darah.
Maafkan Ibumu, Nak… gara-gara Ibumu malas merawat gigi, engkau yang menanggung akibatnya…..
*Penelitian infeksi bakteri pada gigi berlubang dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran atau bayi lahir dengan berat badan rendah dapat dibaca di International Journal of Obstetrics and Gynaecology, 1 September 2010*
(picsource : infobaby.org)